Jual, hitung stok, bayar orang, tahu biaya bulan ini. Jalan tanpa internet. Gratis untuk satu mesin.
Bukan aplikasinya. Buku catatannya.
Warna yang tidak laku sejak Maret adalah uang yang tidur di rak, dan buku catatan tidak akan bilang. Ini bilang, sejak Anda buka pertama kali.
Satu orang hafal harga, pelanggan, dan utang semua orang. Saat dia keluar, semua ikut keluar. Di sini semuanya tetap di toko.
Buku Anda dan buku dia, soal kasbon yang sama. Satu pasti salah dan tidak ada yang bisa buktikan mana. Kalau dicatat saat uangnya berpindah, bukunya cuma satu.
Sebulan kertas di tusukan nota, dan tidak ada yang menjumlah sampai akuntan bertanya. Foto satu-satu saat datang, dan bulannya sudah terjumlah.
Kalau toko hanya jalan saat Anda berdiri di dalamnya, itu bukan usaha, itu pekerjaan. Semuanya ada di HP di kantong Anda.
Toko dengan tiga orang punya tiga harga untuk meter yang sama. Pembeli sadar duluan sebelum Anda.
Catat, terima uang, cetak nota. Stok berkurang saat Anda menjual.
Meja 4 pesan minum, lalu makan, lalu minum lagi. Satu nota, satu pembayaran, dan struk untuk dapur.
Kamar 2 memesan sepanjang minggu dan membayar saat check-out. Pasang QR di meja dan tamu memesan dari ponsel sendiri.
Pindai atau ketuk, terima uang, kasih nota. Tunai, transfer, bayar sebagian, kembalian. Nota bisa dicetak atau lewat WhatsApp.
Produk, warna, ukuran, foto, dan harga bertingkat. Hitung stok, pindahkan, pesan lagi ke pemasok.
Siapa beli apa, sisa utangnya, dan nomornya. Nota bisa langsung dikirim.
Sewa, listrik, belanja. Foto nota pemasok dan aplikasi membaca nama, tanggal, total, dan rinciannya.
Harian atau bulanan, kasbon dipotong, bonus ditambah. Slip gaji dikirim lewat WhatsApp dalam bahasa mereka.
Pemasukan per rak, siapa jual terbanyak, uang keluar untuk apa. Dua ekspor yang bisa dibuka akuntan.
Cetak atau tulis tangan. Nota pemasok ditaruh di meja, difoto pakai HP, lalu nama, tanggal, total, dan setiap barisnya masuk sendiri ke pengeluaran bulan ini. Yang tulis tangan itu intinya: nota seperti itu yang tidak pernah diketik, padahal itu sebagian besar pengeluaran toko.
Orang pinjam sebelum gajian. Semua toko di Bali begitu, dan semua mencatatnya di buku yang tidak cocok dengan catatan orangnya. Tulis kasbonnya saat menyerahkan uangnya, dan saat gajian dihitung sendiri — berapa yang didapat, berapa yang sudah diambil, berapa sisanya. Slip gajinya menyebut ketiganya, dalam bahasa mereka, lewat WhatsApp.
Yang toko kerjakan sendiri gratis. Yang butuh server kami tidak.
Semua yang toko kerjakan sendiri: jualan, rak, pelanggan, pengeluaran, gaji, kasbon, bonus, dua ekspor, semua layar dalam bahasa Anda, di berapa pun mesin.
Semua yang butuh server kami: semua perangkat berbagi satu pembukuan, rak Anda tampil di web untuk pelanggan, dan membaca nota pemasok dari foto.
Lihat BOS Online →Karena toko dengan satu HP tidak ada biayanya buat kami. Ini bukan masa coba yang habis, dan tidak perlu kartu. Jualan, hitung stok, bayar orang, dan ambil datanya kapan saja — itu aplikasi lengkap, bukan cuma cicipan. Kami baru minta bayar saat Anda butuh LEBIH dari satu mesin.
Orang buka halamannya, izinkan lokasinya, lalu lihat toko-toko di sekitarnya dan apa yang ada hari ini. Bukan foto tahun lalu — rak aslinya, karena kasir yang mengisinya saat barang masuk.
Pembeli menemukan toko Anda →